Audio Video Interleave (AVI) file format

May 20, 2009 at 9:44 am 3 comments

compresi2

AVI diperkenalkan pertamakali oleh microsoft pada november 1992 sebagai format multimedia yang menyesuaikan antara audio dengan video. format avi adalah turunan dari Resource Interchange File Format (RIFF) yang membagi datanya kedalam blok atau gumpalan. tiap gumpalan dikenali sebagaia FourCC (four-character code). setiap file avi mendapatkan bentuknya dari gumpalan yang ada pada format file RIFF yang mana membaginya kedalam dua gumpalan primer dan satu gumpalan sekunder. Pusing kan? Saya saja nda ngerti apa yang saya omongin barusan… hehehehe…

gumpalan primer pertama merupakan gumpalan induk berisikan metadata tentang video seperti ukuran panjang dan lebar serta framerate. gumpalan kedua berisikan bentuk audio/visual data yang membangun file. gumpalan terakhir (sekunder) merupakan index dari setiap gumpalan. Makin pusing dah…

melalui pengaturan RIFF, data audio/visual dapat diencode atau decode oleh software bernama codec, singkatan untuk (en)coder/decoder. selama pembentukan file, codec menerjemahkan antara raw data (data murni) dan data yang dipadatkan/kompresi (compressed) yang digunakan didalam gumpalan. file avi mungkin saja membawa gumpalan data audio/visual dalam sebuah skema kompresi seperti Full Frame Uncompressed (tanpa kompresi), Intel Real Time (Indeo), Cinepak, Motion JPEG, Editable MPEG, VDOWave, ClearVideo / RealVideo, QPEG, dan MPEG-4 Video. Ampuuun DiJeeee…

DV AVI
dalah tipe file avi dimana video telah dikompresi sesuai dengan standar DV. tepatnya, hasil tangkapan video (capture) dari camera DV dengan resolusi 720*576 pixel. sebagai gambaran, dengan menggunakan kompresi dv avi maka durasi video selama 60 menit berukuran sekitar 13 gigabite. sementara video tanpa kompresi apapun dengan durasi yang sama memiliki ukuran sekitar 10 kali lipat dari ukuran DV avi. Bayangin klo kita cuman punya hdd berukuran 80gb. Wew.. yang bener aja ooooomm… bisa2 nda bisa ngedit video kita..

terdapat dua tipe DV avi yaitu type1 dan type2. type1 merupakan yang terbaru diantara keduanya. microsoft entah knapa memutuskan untuk menamai video tertua dengan type2. mungkin hanya gaya-gayaan.. hehehe.. ampun om Bil G. diakhir 1990an hingga awal 2000an kebanyakan software DV level profesional termasuk program non-linear hanya mendukung type1 terkecuali adobe premiere yang hanya mendukung type2. kebanyakan kartu fireware berkualitas biasanya menangkap gambar dengan kompresi type1. software editing dapat pula mengkonversi type2 ke type1 begitupun sebaliknya.

(en)coder/decoder
pengertian encoding/decoding dapat diilustrasiakn sebagai pengikisan gambar. pada format uncompressed file dianggap terlalu tebal dengan ukuran yang besar pula sehingga file butih di kikis/dipertipis. program yang digunakan untuk mengikis gambar tersebut adalah (en)coder/decoder). mirip-mirip pemain drum yang disebut drumer hehehehehe…
nah, codec apakah yang sebaiknya kita gunakan? jawabannya relatif coy.. terserah mana yang srek di hati, hehehehe…

seperti dijelaskan diatas bahwa ada banyak format kompresi dengan berbagi codecnya. standardnya sih pake format DV avi. tetapi, ada banyak pilihan codec yang dapat digunakan dengan hasil video yang lebih baik. beberapa diantaranya yang sering saya gunakan adalah indeo video dan canopus procoder. Saya pake yang itu soalnya dah dapet soulnya, nyatu bro.. hehehehe…

indeo video memeiliki kelebihan pada ukuran file yang relatif kecil dipandingkan codec lainnya. gambar terkesan lebih halus dibandingkan DV avi yang pada warna tertentu mengalami getaran. canopus procoder memiliki ukuran file hampir setara dengan DV avi tetapi memiliki ketajaman warna yang jauh melampaui indeo video.

untuk menggunakan indeo video kita tidak perlu menginstal program baru selain program editing yang sudah ada. hal ini karena indeovideo merupakan format kompresi yang telah lama ada. sementara, untuk menggunakan codec canopus kita butuh menginstal soft 3rd party bernama pro coder. namanya aja pro, jelas hasil gambar standrad profesional lah..

well, masih banyak lagi codec yang dapat digunakan untuk kompresi file avi. Yang perlu diketahui beberapa codec memiliki resolusi serta frameratenya masing2. penjelasan tentang itu blakangan deh, karena kebanyakan codec tidak memiliki resolusi tetap alias semau-mau kita bikin ukuran video.

begitu dulu deh penjelasannya, lain kali kita lanjut kegilaan ini. tinggalkan comment klo ada sharing pengetahuan yang lain ato pertanyaan mengenai audio/visual. heuheuheuheuheuhe..

Entry filed under: video digital. Tags: , , , , , .

dark energy the champions league 08/09 winner ‘FC Barcelona’

3 Comments Add your own

  • 1. yunda  |  August 10, 2009 at 9:28 pm

    thanks ya
    udah di bantuin bikin tugas

    Reply
  • 2. rido  |  March 12, 2010 at 2:02 am

    Bro ane punya video berformat .avi yg ane download dr rapidshare. filenya terdiri dari 16 file tapi napa ga bs di buka ya bro? (baik itu di media player classic or WMP) please kasih pencerahan bro..
    biasanya ane dapet file video dlm bentuk .rar tinggal extract langsung de di tonton. thanks…

    Reply
  • 3. mas  |  September 11, 2010 at 9:32 pm

    apakah handphon nokia 5630 xm bisa d pasang aplikasi pemutar vidio avi?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


giez twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Categories

arsip

identify

Feeds


%d bloggers like this: